• July 16, 2024
Lukaku

Lukaku: Prioritaskan Prestasi, Abaikan Media

Romelu Lukaku, striker Chelsea, menuai kritik dari media dan penggemar Belgia setelah menolak memberikan wawancara selama Euro. Namun, mantan kepala komunikasi Anderlecht, David Steven, memberikan perspektif yang mendukung keputusan Lukaku. BK8

Steven mengenang bahwa Lukaku, saat masih muda di Anderlecht, sering merespons permintaan media dan terbuka terhadap bimbingan. Kini, Lukaku telah menjadi pengendali penuh kariernya, yang menurut Steven adalah tanda kematangan dan profesionalisme. Steven menyebut Lukaku sebagai “master dalam karirnya sendiri” yang tidak lagi memerlukan media untuk membentuk citra dirinya.

Baca Juga

Bagi Lukaku, prestasi di lapangan lebih penting daripada publisitas. Ia tidak merasa perlu mencari perhatian melalui media, dan memilih untuk fokus pada permainan dan kontribusinya untuk tim. Sikap ini mungkin dianggap tidak sopan oleh beberapa pihak, tetapi bagi Lukaku, ini adalah cara untuk menjaga fokus dan mencapai tujuan.

Pandangan dunia luar tidak mempengaruhi Lukaku. “Apa yang dipikirkan dunia luar tidak mengganggunya,” kata Steven. Lukaku selalu menetapkan standar tinggi dan bertanggung jawab atas pencapaiannya, menunjukkan keinginan kuat untuk selalu menjadi yang terbaik.

Rasa tanggung jawab ini tercermin dalam cara Lukaku menangani kegagalan. Ia mengambil keputusan sendiri tentang bagaimana menghadapinya, tanpa bergantung pada opini media atau publik. Ini adalah tanda mentalitas juara yang dimiliki oleh striker Chelsea tersebut.

Meskipun menolak media bisa dianggap kontroversial, bagi Lukaku, itu adalah bagian dari strategi untuk menjaga fokus dan tetap berprestasi. Dia lebih peduli pada kinerjanya di lapangan daripada pada publisitas yang mungkin diperoleh melalui media.

Baca Juga

Keputusan ini, menurut Steven, menunjukkan integritas dan keteguhan prinsip Lukaku dalam mengelola kariernya. Dia adalah pemain yang dihormati tidak hanya karena bakat dan kemampuannya, tetapi juga karena dedikasinya untuk tetap setia pada nilai-nilai pribadinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *